Lirik Lagu Dewa - Kirana
Kucoba memahami tempatku berlabuh
Terdampar dikeruhnya satu sisi dunia
Hadir dimuka bumi tak tersaji indah
Kuingin rasakan cinta
Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usung sahaja kudamba Kirana
Ratapan mulai usang nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta
Manis seperti mereka ..
Ayah Bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta
Peluhkupun mengering menanti jawabmu
Takkan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tercipta
Kuingin rasakan cinta
Smakin jauh kumelangkah
Smakin perih jejak langkahku
Harikupun semakin sombong
Meski hidup terus berjalan .. terus berjalan
Kirana jamah aku jamahlah rinduku
Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu
Ayah Bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta
Manis seperti mereka
Tulus seperti adanya
Suci seperti dirimu
Ingin rasakan cintamu
Kirana jamah aku jamahlah rinduku
Takkan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tersisa
Kuingin rasakan cinta ..
Tampilkan postingan dengan label Dewa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Juli 2012
Minggu, 22 Juli 2012
Lirik Lagu Dewa - Pupus
Lirik Lagu Dewa - Pupus
Aku tak mengerti
Apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya
aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan
Hidupku untukmu
Telah ku relakan
Hatiku padamu
namun kau masih bisu
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara
baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
Semoga aku akan memahami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kaupun mau
aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu
baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
Aku tak mengerti
Apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya
aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan
Hidupku untukmu
Telah ku relakan
Hatiku padamu
namun kau masih bisu
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara
baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
Semoga aku akan memahami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kaupun mau
aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu
baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
Lirik Lagu Dewa - Risalah Hati
Lirik Lagu Dewa - Risalah Hati
Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Kuharus milikmu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
mesti kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
biar cinta datang karna telah terbiasa
Simpan mawar yang kuberi
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
mesti kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
biar cinta datang karna telah terbiasa
Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Kuharus milikmu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
mesti kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
biar cinta datang karna telah terbiasa
Simpan mawar yang kuberi
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
mesti kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
biar cinta datang karna telah terbiasa
Sabtu, 14 Juli 2012
Lirik Lagu Dewa - Kangen
Lirik Lagu Dewa - Kangen
Kutrima suratmu `tlah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu `Kan hadirnya diriku
Didalam hari-harimu Bersama lagi
Kau bertanya padaku kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa melawan gejolak didalam dada
Yang membara menahan rasa Pertemuan kita nanti
Saat kau ada disisiku
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam . .
Kau tuliskan padaku kata cinta
Yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku saat ini
Kuingin dalam pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Takkan kulupa slamanya
Saat bersama dirimu
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam . .
Jangan katakan cinta
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja sedihmu itu
Ku akan datang . .
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam . .
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam
Kutrima suratmu `tlah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu `Kan hadirnya diriku
Didalam hari-harimu Bersama lagi
Kau bertanya padaku kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa melawan gejolak didalam dada
Yang membara menahan rasa Pertemuan kita nanti
Saat kau ada disisiku
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam . .
Kau tuliskan padaku kata cinta
Yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku saat ini
Kuingin dalam pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Takkan kulupa slamanya
Saat bersama dirimu
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam . .
Jangan katakan cinta
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja sedihmu itu
Ku akan datang . .
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam . .
Semua kata rindumu
Semakin membuatku `tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang melepas semua kerinduan
Yang terpendam
Langganan:
Postingan (Atom)